Rabu, 11/06/2014 08:08 WIB
Jane Shalimar Dicampakkan, Garnetta: Didi Tak Hargai Pernikahan
Rabu, 11/06/2014 07:32 WIB
Fachri Albar dan Renata Akan Menikah, Polisi Sita Jenglot Sebagai Barbuk Kasus UGB
Rabu, 11/06/2014 07:19 WIB
Sempat Cium Syahrini, Rassya Islamay Cuma Anggap Kakak
Rabu, 11/06/2014 06:53 WIB
Digilai Remaja Cewek, Rassya Islamay Girang
Selasa, 10/06/2014 21:50 WIB
Sudah Ada Teman Dekat, Afgan Ingin Pacaran Serius
Selasa, 10/06/2014 20:59 WIB
Ikut Balapan di Sentul, Syahrini Sempat Tergelincir
Delia Arnindita Larasati - detikhot
Angelina Jolie (Getty Images)
Jakarta - Angelina Jolie termasuk salah satu selebriti Hollywood yang mengabdikan sebagian waktunya untuk memperjuangkan hak asasi manusia. Bersama menteri luar negeri Inggris, William Hague, keduanya berjanji untuk mengakhiri kekerasan seksual di negara konflik.
Membuka KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) yang akan diadakan selama empat hari di London, Angelina, sebagai utusan dari UNHCR (United Nation High Commissioner for Refugees) menyatakan campur tangan politik dibutuhkan secara global untuk menghadapi kekerasan seksual, sebagai prioritas utama dan mengatasi budaya pembebasan hukum.
"Pemerkosaan merupakan hal yang tak bisa dihindari dalam sebuah konflik adalah sebuah mitos. Hal tersebut adalah senjata perang yang ditujukan pada masyarakat sipil, yang dilakukan untuk menyiksa dan mempermalukan orang-orang, dan sering terjadi pada anak-anak muda," ujar Angelina mengawali pidatonya pada Selasa (10/6/2014).
"Kita perlu melihat komitmen di balik (perlakuan tersebut) dan mencari pelaku utama, untuk memberikan perlindungan sebaik mungkin pada orang-orang yang lemah, dan mengambil langkah untuk membantu negara-negara yang paling terkena dampak," lanjutnya seperti dilansir Reuters, Rabu (11/6/2014).
Keterlibatan Angelina Jolie dalam isu-isu kemanusiaan telah dimulai sejak 2001 silam. Kala itu bintang film 'Mr. & Mrs. Smith' tersebut berkunjung ke Sierra Leone sebagai Goodwill Ambassador UNHCR dan melihat langsung dampak perang saudara di mana diperkirakan 60.000 perempuan telah diperkosa.(kmb/mmu)
Membuka KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) yang akan diadakan selama empat hari di London, Angelina, sebagai utusan dari UNHCR (United Nation High Commissioner for Refugees) menyatakan campur tangan politik dibutuhkan secara global untuk menghadapi kekerasan seksual, sebagai prioritas utama dan mengatasi budaya pembebasan hukum.
"Pemerkosaan merupakan hal yang tak bisa dihindari dalam sebuah konflik adalah sebuah mitos. Hal tersebut adalah senjata perang yang ditujukan pada masyarakat sipil, yang dilakukan untuk menyiksa dan mempermalukan orang-orang, dan sering terjadi pada anak-anak muda," ujar Angelina mengawali pidatonya pada Selasa (10/6/2014).
"Kita perlu melihat komitmen di balik (perlakuan tersebut) dan mencari pelaku utama, untuk memberikan perlindungan sebaik mungkin pada orang-orang yang lemah, dan mengambil langkah untuk membantu negara-negara yang paling terkena dampak," lanjutnya seperti dilansir Reuters, Rabu (11/6/2014).
Keterlibatan Angelina Jolie dalam isu-isu kemanusiaan telah dimulai sejak 2001 silam. Kala itu bintang film 'Mr. & Mrs. Smith' tersebut berkunjung ke Sierra Leone sebagai Goodwill Ambassador UNHCR dan melihat langsung dampak perang saudara di mana diperkirakan 60.000 perempuan telah diperkosa.(kmb/mmu)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Angelina Jolie Berseri-seri di Shanghai
Angelina Jolie dan Brad Pitt Makin Mesra
Duh, Wajah Angelina Jolie Belepotan Bedak
Elegan Bergaun Hitam, Angelina Jolie Pamer Tato di Punggung
Seksi dan Elegan Angelina Jolie
3
ConversionConversion EmoticonEmoticon